BlackNews: Inspirasi

Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

Wow, Dalam Sepuluh Bulan 50 Milyar Hamburger Terjual | Motivasi

Wow, Dalam Sepuluh Bulan 50 Milyar Hamburger Terjual |  Motivasi


Raymond Kroc adalah seorang tokoh dunia dibidang dunia usaha,  yang mengakuisisi McDonald's Corporation tahun 1955, dan menjadikannya sebagai restoran cepat saji terbesar di dunia. Ray lahir pada 5 Oktober 1902 dan meninggal 14 Januari 1984 pada usia 81 tahun. Ia lebih akrab dengan nama Ray Kroc. Melihat jaringan usaha, omset, jumlah karyawan dan system manajemen McDonald's yang begitu besar, Majalah memasukkan nama Kroc dalam daftar 100 orang founding dari raksasa industri di dunia. Kroc juga dikenal sebagai pemilik tim baseball San Diego Padres yang berdiri sejak 1974.

Raymond Kroc, membuktikan dirinya sebagai seorang pelopor industri yang reputasinya sejajar dengan dengan Henry Ford. Langkahnya sangat brilian dengan menjadi restoran menjadi industry raksasa yang memiliki cabang diseluruh Negara di muka bumi. Ia memberlakukan disiplin yang ketat, pengawasan dan menjaga mutu produksinya terutama hamburger, kentang goring, dan susu kocok. Ia juga berinovasi dengan servis memuaskan terhadap pelanggan dengan system antar pesanan namun dengan harga yang tidak terlalu mahal. Harga produk Mc Donald juga testandar secara internasional dan menjadikannya sebagai icon fast food Amerika.



Tahun 1960, lebih dari 200 cabang McDonald’s tersebar di seluruh Amerika. Ray Kroc telah membuat McDonald’s menjadi merek dagang paling kuat sepanjang masa. Pada tahun 1956 Kroc mengembangkan usahanya dalam bentuk waralaba (Franchise) dengan mendirikan Franchise Realty Corporation. Ia membeli tanah dan bertindak selaku pemilik restoran bagi pihak yang berminat membeli franchise. Kroc kemudian memperkenalkan program periklanan nasional untuk mendukung franchise yang tersebar dengan cepat. Pada awal tahun 1970-an, McDonald’s telah menjadi perusahaan dengan cabang di berbagai Negara.
Pertumbuhan perusahaan sangat spektakuler dengan pola waralaba. Kroc juga membuka seluas-luasnya bagi semua karyawannya untuk berinovasi. Dampaknya inovasi tersebut memberikan membuat McDonald’s makin menggurita. Keberhasilan McDonald’s kemudian banyak diadopsi secara luas dalam berbagai bidang usaha oleh manajer-manajer perusahaan top dunia karena sangat efesien untuk skala produksi yang besar.

Kroc menunjukkan kepada seluruh dunia cara menerapkan manajemen canggih pada usaha yang dianggap membosankan. Menurut Kroc, agar perusahaan cepat berkembang, perlu diterapkan prinsip pelayanan prima terhadap pelanggan, membagi pekerjaan menjadi sub-sub bagian, dan terus mengembangkan strategi agar system berjalan secara bebas karena semua karyawan melakukan inovasi. Banyak perusahaan-perusahaan makanan siap saji seperti pizza, pemrosesan klaim asuransi, mendapat keuntungan besar dengan mengembangkan sistem yang dipelopori Ray Kroc. Pada tahun 1972, ketika lebih dari 2.200 saluran McDonald’s mengeruk penjualan $1 milyar, kroc menerima hadiah Horatio Alger dari Norman Vincent Peale. Sementara nilai saham pemilikannya meningkat menjadi kira-kira $500 juta.



Produk McDonald’s kemudian menjadi makanan pokok Amerika hingga banyak kalangan baik wartawan, politisi dan ekonom heran dan geleng kepala melihat perkembangan McDonald’s. Hebatnya lagi pada tahun 1974, nilai saham McDonald’s melebihi nilai saham perusahaan baja U.S. Steel, hingga seorang Senator Lloyd Bentsen mengeluh: “Ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi kita jika pasar saham di kuasai perusahaan hamburger dibandingkan perusahaan baja.” Banyak analis yang memandang pertumbuhan McDonald’s yang pesat sebagai hal yang tidak akan bisa dikendalikan. Kroc justru merasa yakin bahwa perusahaan harus terus berkembang agar bisa bertahan hidup. “Saya tidak percaya dengan kejenuhan,” dia berkata. “Kami berpikir dan bicara dalam tingkat seluruh dunia.” Kroc bahkan berambisi McDonald’s harus ada seluruh penjuru dunia mulai pelosok hingga perkotaan. Ia bertekad meluaskan jaringan perusahaannya hingga di seluruh sudut dunia. 10 tahun setelahnya, pertumbuhan restoran McDonald’s di luar Amerika sekitar 27 persen tiap tahun. Restoran ini begitu universal dikenal sebagai lambang usaha Amerika dan berpengaruh, sehingga ketika gerilyawan Marxis meledakkan sebuah restoran McDonald’s di San Salvador pada tahun 1979, mereka menyatakan bahwa tindakan teroris ini sebuah pukulan mematikan terhadap “imperialis Amerika.”

Setiap bepergian, Ray Kroc selalu meminta sopirnya mampir dan melakukan inspeksi mendadak di sedikitnya 6 restoran McDonald’s “Walaupun dia membunuh persaingan, persaingan tidak membunuh Ray Kroc. Dia meninggal dunia dalam usia lanjut pada bulan Januari 1984, pada umur delapan puluh satu tahun, tepat sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger yang ke-50 Milyar.
Read more ...

Selasa, 08 September 2015

Cheyenne, Gadis Mungil Yang Hidup Dengan Separuh Otak | Motivasi

Cheyenne, Gadis Mungil Yang Hidup Dengan Separuh Otak | Motivasi

Cheyenne

Seorang bocah cantik yang kini berusia 3 tahun lebih, Cheyenne Rae Owensby harus hidup dengan sebelah otaknya. Ia harus menerima perlakuan ayahnya yang telah berpisah dengan ibunya.

Peristiwa mengerikan pada tanggal 12 Agustus 2012 silam, Amy Owensby, ibu Cheyenne membuat kesalahan besar meninggalkan putrinya berusia 8 bulan dengan mantan suaminya James Davis Jr di akhir pekan.

Cheyenne Rae Owensby adalah gadis cantik yang begitu periang dan sehat ketika dia datang ke dunia. Ia hidup hanya berdua dengan ibunya selama ini.

Orang tua Cheyenne bercerai, dan setiap akhir pekan Cheyenne mengunjungi ayahnya. Tapi akhir pekan kali ini berbeda: Amy mendapat panggilan telepon setelah sejam meninggalkan Cheyenne dengan ayahnya.

Ayahnya emosi ketika Cheyenne rewel. Ia menggoncang-goncangkan tubuh anaknya ketika Cheyenne tak berhenti menangis. Hingga tengkorak kepalanya terbuka dan terjadi pendarahan di otak.

Saat kejadian itu, Amy diberitahu bahwa putrinya telah diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit terdekat dan dikabarkan bahwa Cheyenne tidak bernapas lagi.

Para dokter mengatakan suatu yang mendebarkan: Putri Anda akan menjalani perawatan jangka panjang dan tetap dalam keadaan vegetatif.

Orang-orang yang berada dalam “keadaan vegetatif” memang bangun terjaga tapi tidak sadar. Mata mereka bisa terbuka dan kadang-kadang melihat ke mana-mana. Mereka dapat tersenyum, memegang tangan orang lain, menangis, mengerang atau mendengus.

Tetapi mereka tidak peduli dengan tepukan tangan, tidak dapat melihat atau memahami pembicaraan. Gerakan mereka tidak bermakna tapi sekadar reflektif.

Mereka kelihatannya tidak lagi memiliki ingatan, emosi dan tujuan, atau hal-hal yang membuat kita semua menjadi satu individu. Benak mereka tetap tertutup rapat.

“Saya menangis, saya gemetar, saya meminta Tuhan untuk menyelamatkan nyawanya dan membawa saya sebagai gantinya. Ketika saya datang ke samping tempat tidur, dia ditutupi perban dan kakinya hitam dan biru karena pendarahan itu! Ayahnya mengaku apa yang telah dilakukannya.”

“Orang yang saya cintai, cinta pertama saya, teman sekolah saya, seorang pria yang sudah aku tahu semua hidupnya dan telah berbagi lebih dari 10 tahun hidup telah melakukan ini untuk putri kami. Saya merasa dunia telah runtuh.”

Ayah Cheyenne ini mengaku apa yang telah dilakukan. Ia hanya “kehilangan kendali” dan akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Tapi saat ia berada di penjara, perjuangan ibunya terus untuk mengusahakan kehidupan untuk Cheyenne. Para dokter mengatakan bahwa Cheyenne tidak akan bertahan dan jika dia bisa terus hidup, hidupnya akan dihabiskan dalam keadaan vegetatif.

Tapi kemudian keajaiban terjadi: Meskipun Cheyenne memiliki setengah dari otaknya diangkat, gadis kecil ini bangun.  Dia dapat berbicara dan bergerak, tetapi setengah dari tubuhnya lumpuh, tubuh kanannya.

Tapi dia tidak kehilangan semangat untuk hidup dan tidak menyerah meskipun cacat.

Sekarang, Cheyenne berusia 3 tahun dan menikmati hidupnya dengan penuh kebahagiaan. Bila Anda melihat senyumnya, Anda tidak percaya apa yang pernah terjadi pada gadis malang ini.


Ibu Cheyenne yang menulis secara teratur di Facebook dan memberitahu teman-teman dan keluarga tentang kemajuan Cheyenne ini. Yang paling penting adalah bahwa dia berhasil melewati dengan bantuan teman-temannya, keluarga dan doa dari Tuhan.


Sumber: trendingstylist[dot]com
Read more ...

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kejahatan Tidak Akan Mudah Mempengaruhi Orang Yang Dasarnya Baik | Inspirasi

Kejahatan Tidak Akan Mudah Mempengaruhi Orang Yang Dasarnya Baik | Inspirasi



Alkisah, ada sebuah negara yang diperintah oleh seorang raja yang baik dan itu adalah negara yang baik. Raja yang baik ini mendengar isu bahwa negara tetangga, adalah negara yang jahat dan diperintah oleh penyihir jahat, yang mengirimkan pasukan banyak untuk mencoba mengambil alih kerajaan itu.

Raja yang baik ini mempunyai seorang pangeran yang baik. Dan ketika pangeran itu mendengar Raja mengirimkan pasukan untuk menghentikan serangan dari negara jaha, ia ingin ikut terlibat dan membantu melindungi negara yang baik itu. Tetapi ia tahu ayahnya tidak akan membiarkan hal itu karena ia masih terlalu muda. Jadi, pangeran itu menyamar, dan ketika semua penunggang kuda keluar dari gerbang besar, ia naik kudanya dan berkuda bersama dengan harapan tidak seorang pun anak melihat.

Akhirnya pangeran itu sampai ke tempat pertempuran besar, dan selama pertempuran itu pangeran muda dan ribuan orang terlempar dari kuda. Ketika pangeran muda jatuh kepalanya terkena tanah dengan begitu kerasnya sehingga ia mengalami amnesia, dan ia tidak bisa mengingat lagi siapa dirinya. Demikian pula yang terjadi pada ribuan pasukan dari negara baik.

Mereka dibawa ke negara jahat yang sudah dipenuhi mantera. Mantera tersebut membuat para pasukan negara baik menuruti apa yang telah diperintahkan oleh penyihir jahat. Mereka melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Sesuatu yang berlawanan terjadi pada sang pangeran. Meskipun ia tidak tahu siapa dirinya, dan tidak ada orang lain  yang mengenalinya, ia mengalami konflik batin di dalam dirinya. Ia merasa apa yang dilakukan oleh orang-orang itu salah. Apalagi ia melihat beberapa orang yang berada di pemerintahan pun melakukan hal-hal yang tidak baik. Di dalam dirinya ia diberitahu untuk melawan, berjuang, mengambil, dan membawanya kembali ke tempat yang seharusnya. Ia seperti diberitahu hal yang benar  yang seharusnya dilakukan.

Pangeran merasa ada sesuatu yang salah, “Bagaimana mungkin ketika aku melakukan apa yang benar bagiku, aku merasa begitu salah. Bagaimana itu mungkin?” Awalnya perasaan ini muncul sedikit, tapi lambat laun ia merasa terkena mantera, dan pangeran menyadari bahwa ia telah dicuci otaknya untuk percaya bahwa segala sesuatu yang telah diperintahkan untuk berbuat benar. Ia ingin melakukan apa yang benar, tapi dalam hatinya ia tahu bahwa ia diberitahu melakukan hal-hal yang salah.

Pangeran ini bingung karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suatu hari sang pangeran diperintahkan untuk menghancurkan sebuah negara. Hatinya seperti berontak. Akhirnya ia ingat bahwa ia adalah seorang pangeran.

Ia pun mengajak beberapa prajurit yang dikenalnya, dan mencoba membuat mereka terlepas dari mantera. Sayangnya, karena mantera itu begitu kuat, hanya beberapa orang mampu terlepas dari mantera dan mengikutinya kembali pulang ke kerajaan baik.

NB: Tidak mudah kejahatan memasuki seseorang yang pada dasarnya baik hati.
Read more ...

Kamis, 27 Agustus 2015

Cerita Dibalik Sikap Melipat Tangan Berdoa | Motivasi

Cerita Dibalik Sikap Melipat Tangan Berdoa | Motivasi



Kembali ke abad kelima belas yang silam. Di sebuah desa kecil dekat Nuremberg, tinggallah sebuah keluarga dengan delapan belas anak-anak. Delapan belas! Agar tetap tersedia makanan di atas meja untuk mereka, ayah dan kepala rumah tangga, yang berprofesi sebagai tukang emas, bekerja hampir delapan belas jam sehari di pasar emas dan bekerja di tetangganya. Meskipun kondisi yang jauh dari harapan tersebut, dua dari anak tertuanya bermimpi. Mereka berdua ingin mengejar bakat mereka dalam bidang seni. Tetapi mereka tahu bahwa ayah mereka tidak akan pernah mampu secara finansial untuk mengirim salah satu dari mereka untuk belajar di sekolah.

Setelah diskusi panjang di malam hari di tempat tidur yang penuh sesak, kedua anak laki-laki itu akhirnya saling bersepakat. Mereka akan melemparkan sebuah koin. Yang kalah akan bekerja di pertambangan dekat situ, untuk mendukung biaya saudaranya belajar di sekolah. Ketika saudaranya yang memenangkan lemparan menyelesaikan belajarnya selama empat tahun, ia akan membantu saudara lainnya bersekolah, baik dengan penjualan karya seninya, atau jika perlu, bekerja di pertambangan.

Mereka melempar koin setiap hari Minggu pagi. Albrecht Durer memenangkan lemparan koin dan pergi ke Nuremberg. Sementara saudaranya, Albert, pergi ke pertambangan yang berbahaya. Selama empat tahun ke depan, ia membiayai saudaranya, yang bersekolah. Lukisan Albrecht, hasilnya bahkan lebih baik daripada sebagian besar maha gurunya. Dan pada saat ia lulus, ia mulai mendapatkan biaya yang cukup besar atas penjualan karya-karya lukisnya.

Ketika seniman muda itu kembali ke desanya, keluarga Durer mengadakan pesta makan malam di halaman rumah mereka untuk merayakan kembali ke rumah Albrecht. Setelah pesta, Albrecht bersulang untuk pengorbanan adik tercintanya demi memenuhi ambisinya. Ia pun berkata, “Dan sekarang, Albert, adikku, giliranmu. Sekarang kau bisa pergi ke Nuremberg untuk mengejar mimpimu, dan saya akan membiayaimu.”

Semua mata menoleh ke tempat duduk Albert, tampaklah air mata mengalir di wajahnya yang pucat. Ia menggelengkan kepalanya sambil menangis, dan berulang-ulang ia mengatakan, “Tidak….tidak….tidak… tidak ada.”

 

Albert pun bangkit dan menyeka air mata dari pipinya. Ia melirik ke bawah meja panjang dan memandang wajah-wajah yang dicintainya. Kemudian memegang tangannya dekat dengan pipi kanannya, ia berkata pelang, “Tidak, saudaraku. Aku tidak bisa pergi ke Nuremberg. Sudah terlambat bagiku. Lihatlah… lihatlah apa yang terjadi selama empat tahun di pertambangan terhadap tanganku! Tulang di setiap jariku telah hancur, dan akhir-akhir ini aku telah menderita rematik begitu parah di tangan kananku bahkan aku tidak bisa memegang gelas atau mengambil roti panggang. Apalagi membuat garis halus pada kanvas dengan pena atau kuas. Tidak, saudaraku, bagiku itu sudah terlambat.”

Lebih dari 450 tahun telah berlalu. Sekarang, ratusan Albrecht Durer telah lahir, dengan pena, sketsa, cat air, arang, ukiran kayu, dan ukiran tembaga menggantung di setiap museum besar di dunia. Mungkin Anda pun sudah akrab dengan salah satu karya Albrecht Durer itu.

Suatu hari, untuk memberi penghormatan kepada Albert atas semua yang telah dikorbankannya, Albrecht Durer bersusah payah menggunakan telapak tangan saudaranya itu, kemudian melukisnya. Ia menyebut lukisannya dengan judul “Tangan”. Tetapi seluruh dunia segera membuka hati mereka untuk karya besar tersebut dan mengganti namanya menjadi “Tangan yang Berdoa”.

Demikianlah, Anda pun dapat membuat sesuatu sebagai pengingat Anda atas jasa pengorbanan seseorang kepada Anda.
Read more ...
Designed By