BlackNews: Health

Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Cheyenne, Gadis Mungil Yang Hidup Dengan Separuh Otak | Motivasi

Cheyenne, Gadis Mungil Yang Hidup Dengan Separuh Otak | Motivasi

Cheyenne

Seorang bocah cantik yang kini berusia 3 tahun lebih, Cheyenne Rae Owensby harus hidup dengan sebelah otaknya. Ia harus menerima perlakuan ayahnya yang telah berpisah dengan ibunya.

Peristiwa mengerikan pada tanggal 12 Agustus 2012 silam, Amy Owensby, ibu Cheyenne membuat kesalahan besar meninggalkan putrinya berusia 8 bulan dengan mantan suaminya James Davis Jr di akhir pekan.

Cheyenne Rae Owensby adalah gadis cantik yang begitu periang dan sehat ketika dia datang ke dunia. Ia hidup hanya berdua dengan ibunya selama ini.

Orang tua Cheyenne bercerai, dan setiap akhir pekan Cheyenne mengunjungi ayahnya. Tapi akhir pekan kali ini berbeda: Amy mendapat panggilan telepon setelah sejam meninggalkan Cheyenne dengan ayahnya.

Ayahnya emosi ketika Cheyenne rewel. Ia menggoncang-goncangkan tubuh anaknya ketika Cheyenne tak berhenti menangis. Hingga tengkorak kepalanya terbuka dan terjadi pendarahan di otak.

Saat kejadian itu, Amy diberitahu bahwa putrinya telah diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit terdekat dan dikabarkan bahwa Cheyenne tidak bernapas lagi.

Para dokter mengatakan suatu yang mendebarkan: Putri Anda akan menjalani perawatan jangka panjang dan tetap dalam keadaan vegetatif.

Orang-orang yang berada dalam “keadaan vegetatif” memang bangun terjaga tapi tidak sadar. Mata mereka bisa terbuka dan kadang-kadang melihat ke mana-mana. Mereka dapat tersenyum, memegang tangan orang lain, menangis, mengerang atau mendengus.

Tetapi mereka tidak peduli dengan tepukan tangan, tidak dapat melihat atau memahami pembicaraan. Gerakan mereka tidak bermakna tapi sekadar reflektif.

Mereka kelihatannya tidak lagi memiliki ingatan, emosi dan tujuan, atau hal-hal yang membuat kita semua menjadi satu individu. Benak mereka tetap tertutup rapat.

“Saya menangis, saya gemetar, saya meminta Tuhan untuk menyelamatkan nyawanya dan membawa saya sebagai gantinya. Ketika saya datang ke samping tempat tidur, dia ditutupi perban dan kakinya hitam dan biru karena pendarahan itu! Ayahnya mengaku apa yang telah dilakukannya.”

“Orang yang saya cintai, cinta pertama saya, teman sekolah saya, seorang pria yang sudah aku tahu semua hidupnya dan telah berbagi lebih dari 10 tahun hidup telah melakukan ini untuk putri kami. Saya merasa dunia telah runtuh.”

Ayah Cheyenne ini mengaku apa yang telah dilakukan. Ia hanya “kehilangan kendali” dan akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Tapi saat ia berada di penjara, perjuangan ibunya terus untuk mengusahakan kehidupan untuk Cheyenne. Para dokter mengatakan bahwa Cheyenne tidak akan bertahan dan jika dia bisa terus hidup, hidupnya akan dihabiskan dalam keadaan vegetatif.

Tapi kemudian keajaiban terjadi: Meskipun Cheyenne memiliki setengah dari otaknya diangkat, gadis kecil ini bangun.  Dia dapat berbicara dan bergerak, tetapi setengah dari tubuhnya lumpuh, tubuh kanannya.

Tapi dia tidak kehilangan semangat untuk hidup dan tidak menyerah meskipun cacat.

Sekarang, Cheyenne berusia 3 tahun dan menikmati hidupnya dengan penuh kebahagiaan. Bila Anda melihat senyumnya, Anda tidak percaya apa yang pernah terjadi pada gadis malang ini.


Ibu Cheyenne yang menulis secara teratur di Facebook dan memberitahu teman-teman dan keluarga tentang kemajuan Cheyenne ini. Yang paling penting adalah bahwa dia berhasil melewati dengan bantuan teman-temannya, keluarga dan doa dari Tuhan.


Sumber: trendingstylist[dot]com
Read more ...

Jumat, 28 Agustus 2015

Awas!!! Mengemil Pada Larut Malam Dapat Merusak Otak | Health

Awas!!! Mengemil Pada Larut Malam Dapat Merusak Otak | Health


Studi baru menunjukkan bahwa ngemil larut malam bisa berakibat buruk bagi otak. Para peneliti telah mempelajari jam internal tubuh manusia dan mereka menemukan bahwa makan di waktu yang salah - khususnya di jam tidur - dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan memori otak.

Dampak yang sama juga ditemukan pada orang-orang yang bekerja shift malam. Penelitian ini dilakukan pada tikus, namun secara umum prinsip-prinsipnya juga berlaku pada manusia.

Sistem biologis kita akan berjalan lancar hanya jika kita memiliki ritme harian. Ritme sirkadian ini menganut siklus 24 jam dan mengontrol semua fungsi tubuh, termasuk sintesis dan melepaskan hormon, serta fungsi mental.

Mengganggu siklus ini tidak hanya buruk bagi otak, tetapi juga dapat memicu kondisi kesehatan seperti diabetes tipe 2 dan masalah sistem kekebalan tubuh. Hal itu juga memiliki efek buruk pada fungsi kognitif, terutama pada memori dan kemampuan belajar seseorang.

Sebagai bagian dari studi ini, satu kelompok tikus makan pada waktu normal, sedangkan kelompok kedua diberi makanan hanya selama waktu tidur normal mereka.

Tikus yang makan selama waktu tidur normal mereka mengalami gangguan pada kemampuan mereka untuk mengingat apa yang telah mereka pelajari.eatpraylove

Tikus-tikus itu juga mengalami kesulitan untuk mengenali objek baru dan menunjukkan perubahan pada hippocampus mereka, wilayah otak yang terlibat dalam kegiatan belajar dan mengingat.

Lebih baik sih memang ga ngemil di malam hari, selain bikin gendut, ternyata merusak otak juga.
Kalau memang sulit menghindari kebiasaan ini, yaaa coba dikurangi dulu yaa guys (ah...)
Read more ...
Designed By